Kamis, 24 Januari 2013

Mujahid Suriah: Mengapa Baru Datang Setelah Dua Tahun?


(an-najah.net) – Jihad di bumi Syam yang diberkahi tengah menjadi perhatian dunia. Sayangnya Muslim di Indonesia justru belum tahu banyak tentang perlawanan Muslim yang tengah dizalimi rezim Syiah Nushairi Bashar Asad.
Namun salah satu di antara mujahid bertanya dengan tajam. “Sudah dua tahun revolusi di sini berjalan. Mengapa baru sekarang kalian datang?” Saya tersentak, sejujurnya perhatian terhadap penderitaan Muslim Suriah memang sangat terlambat. Bahkan yang datang pun baru sekedar tim bantuan kemanusiaan dan pencari berita. Padahal mereka sangat berhajat terhadap berbagai bantuan lainnya.Ketika kami menemui beberapa kelompok jihad yang ada di Suriah, kami sampaikan salam dan simpati Muslim Indonesia kepada mereka. Kami sampaikan bahwa Muslim di Indonesia adalah mayoritas, sekitar 85 persen hingga 90 persen dari 230 juta penduduknya. Mereka bertasbih dan bersyukur saat saya sebutkan bahwa hampir seluruhnya adalah Ahlussunnah.
Bahkan, hingga kini masih banyak Muslim Indonesia yang bingung melihat revolusi Suriah. Apakah revolusi Islam ataukah sekuler?
Alhamdulillah, sepanjang keberadaan kami di Suriah, hampir seluruh penduduk yang kami temui menjelaskan bahwa ini adalah revolusi Rabbani. Dari masyarakat biasa, relawan medis, mujahid hingga ulama, semua menegaskan, “Ini adalah revolusi Islam dan revolusi Rabbani.”
Betapa tidak, asma Allah disebut seluruh penduduknya menghadapi berbagai kesulitan di sana. Kalimat “Natawakkal ‘alallah (kami bertawakal kepada Allah)” selalu terdengar saat mereka diwawancarai.
Yusuf, sopir yang mengantar kami berkeliling ke berbagai tempat di Suriah, menunjukkan tulisan di rumah yang hancur dibom oleh rezim Asad. Tertulis di sana “Labbaik Allahumma Labbaik.”Kata Yusuf, “Kalimat inilah yang membuat kami dihujani bom. Karena kami memenuhi panggilan Allah untuk kembali kepada-Nya. Inilah yang membuat Bashar Asad marah dan selalu menyerang kami.”
Dengan malu saya pun harus menjawab kepada mujahid yang mempertanyakan lambatnya respons Muslim di Indonesia. “Kami belum tahu banyak apa yang tengah terjadi di sini. Media kami dipenuhi berita dari sumber-sumber Barat dan Syiah. Mudah-mudahan kehadiran kami akan membukakan mata Muslim Indonesia terhadap kondisi kalian di sini.” Semoga.
Redaksi: TIM HASI IV, Suriah
Editor: Agus
Sumber :

3 komentar:

  1. maaf ustadz, knapa logo hilar ahmar bukan yg di http://bsmi.or.id/ emang beda organisasi yaa

    BalasHapus
  2. Tentang Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) lebih lengkap bisa dilihat di hilalahmarsociety.org/.
    Kalo Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) merupakan underbow PKS (Partai Keadilan Sejahtera).
    Jadi betul yg antum katakan, kalo mereka berbeda organisasi.

    BalasHapus
  3. Kenapa mereka berjihad di syria bukan di Pslestina. Kalo di syria bikin fitnah sesama muslim bunuh. Kalo di palestina umat udah sepakat israel harus diperangi. Kenapa yg udah jelas malah ditinggalin.gimana ust

    BalasHapus